Langsung ke konten utama

Ini Alasan Kamu Sering Merasa Kesepian Padahal Punya Pasangan

Kesepian, Padahal Punya Pasangan
Kesepian, Padahal Punya Pasangan | Pixabay

Kesepian merupakan perasaan negatif, dimana penderitanya akan mengalami rasa seperti terisolasi, tidak terhubung dan sedih. Perasaan ini cukup wajar, mengingat manusia merupakan makhluk sosial yang butuh terkoneksi dengan orang lain. 

Namun menariknya, kesepian tidak hanya dirasakan oleh mereka yang hidup sendirian, tapi juga dialami oleh mereka yang sudah punya pasangan, atau bahkan punya hubungan sosial yang baik dengan orang lain. 

Cukup aneh memang, tapi begitulah faktanya. Bukan tanpa alasan, dilansir dalam My Online Therapy, ada sejumlah alasan kenapa mereka yang punya hubungan sosial yang baik, bahkan sudah punya pasangan, masih kerap merasa kesepian.


  1. Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi

Salah satu alasan manusia disebut sebagai makhluk sosial adalah, kehadiran satu individu akan melengkapi individu lainnya. Maka dari itu, saat kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka orang tersebut akan mengalami kesepian. 

Namun masalah ini bukan hanya menimpa mereka yang hidup sendiri, tapi juga menimpa orang yang sudah berpasangan dan punya hubungan sosial yang baik. Jika kebutuhannya tidak terpenuhi, maka rasa kesepian ini akan datang.


  1. Ketidakcocokan

Sebenarnya ini masih beririsan dengan poin di atas, dimana setiap individu akan melengkapi individu lainnya. Saat kamu merasa tidak cocok, rasa kesepian ini akan datang. Parahnya lagi, ketidakcocokan bisa menyebabkan konflik yang cukup rumit.

Maka dari itu, masalah kecocokan harus jadi perhatian yang cukup serius. Namun kabar baiknya, manusia merupakan makhluk yang pandai beradaptasi. Asal mau sedikit menurunkan ego, maka masalah ketidakcocokan ini bisa diatasi. 


  1. Pudarnya Intimasi

Intimasi merupakan kunci dari langgengnya sebuah hubungan. Namun sayang, beberapa hubungan kehilangan percikannya, umumnya masalah ini terjadi karena banyak hal, mulai dari kurangnya komunikasi, hingga sentuhan. 

Jika tidak segera diperbaiki, hubungan kamu akan terasa hambar, bahkan berpotensi membuat salah satu atau keduanya mencari hubungan lain yang lebih menyenangkan. Resiko lainnya, kamu merasa kesepian meski dalam hubungan.


  1. Hubungan Jarak Jauh

Hubungan jarak jauh atau LDR (long distance relationship) berpotensi besar menimbulkan hilangnya intimasi. Padahal seperti dijelaskan di atas, intimasi merupakan modal penting untuk bertahan dalam sebuah hubungan. 

Selain LDR, hal yang sama berlaku bagi mereka yang menjalin hubungan jarak dekat, namun tidak banyak meluangkan waktu bersama. Perasaan kesepian tersebut sangat mungkin datang, bahkan berpotensi menyebabkan bubarnya sebuah hubungan.


  1. Kepercayaan yang Dikhianati

Kembali ditegaskan lagi, ini tidak hanya berlaku pada hubungan percintaan, tapi juga berlaku pada hubungan pertemanan, atau hubungan sosial lainnya. Pengkhianatan merupakan hal yang sulit dimaafkan, dan berdampak jangka panjang. 

Sekali berkhianat, kamu akan sulit mendapatkan kepercayaan lagi. Bagi mereka yang dikhianati, selain rasa kecewa yang mendalam dan berkepanjangan, masalah ini bisa membuat kamu merasa kesepian, meski mencoba bertahan tetap dalam hubungan.


Nah itu dia beberapa alasan kenapa kamu mengalami rasa kesepian, padahal sedang dalam sebuah hubungan. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan orang terdekat jika perasaan ini mulai muncul, cari penyebabnya dan segera temukan solusinya. 

Jika kamu menganggap hubungan yang dijalani sudah tidak bisa diperbaiki lagi, tidak ada salahnya membuka lembaran baru. Tapi ingat, jadikan hubungan sebelumnya sebagai pelajaran agar lebih baik lagi saat berada dalam hubungan baru.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...