Langsung ke konten utama

Viral Nasi Minyak. Hati-hati! Ini 7 Bahaya Makan Makanan Berminyak

Makan Makanan Berminyak
Makan Makanan Berminyak | Pixabay


Belakangan ini viral di media sosial tentang nasi minyak. Pembahasan ini banyak menuai pro dan kontra, dimana yang pro menilai rasa dari nasi minyak ini sangat enak dan gurih sehingga dapat membuat makan jadi lebih lahap.

Namun ada juga kontra. Kebanyakan dari mereka menilai nasi minyak sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebih, terlebih jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Beragam resiko penyakit bisa datang menghampiri.


Makanan Berminyak Memang Berbahaya

Bahaya makanan berminyak memang sudah cukup lama jadi pembahasan para pakar. Bukan hanya nasi minyak, sebelumnya banyak menilai popularitas makanan yang digoreng bisa membuat resiko stroke dan penyakit jantung semakin meningkat. 

Bukan hanya di kalangan anak muda, resiko yang sama bahkan bisa menimpa kamu yang masih berusia muda. Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi jika kamu terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak.


  1. Gangguan Sistem Pencernaan

Minyak berlebih dapat membebani organ pencernaan saat mencernanya. Hal tersebut terjadi karena minyak merupakan sumber lemak jahat yang sulit dipecah sehingga makanan tersebut akan tersimpan lebih lama di dalam perut. 

Untuk tahap awal, mungkin kamu hanya akan merasakan gejala seperti sakit perut, mual atau perut kembung. Namun dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu penyakit seperti Sindrom Iritasi Usus (IBS), muntabe dan pankreatis kronis.


  1. Ketidakseimbangan Bakteri Dalam Usus

Seperti dijelaskan di atas, makanan yang mengandung minyak sulit dicerna dan dapat bertahan lama di dalam perut. Imbasnya, kondisi ini dapat meningkatkan jumlah bakteri jahat di usus dan menekan pertumbuhan bakteri baik. 

Dalam jangka panjang, masalah ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus, dimana bakteri jahat akan lebih dominan ketimbang bakteri baik. Selain masalah mood yang buruk, kondisi ini bisa menyebabkan kekebalan tubuh menurun.


  1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Selain dapat meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh, makanan berminyak pun bisa membuat kamu kelebihan kalori. Sebagai gambaran, 1 buah tahu goreng mengandung 100 kkal. Bayangkan jika kamu makan nasi minyak dengan tambahan gorengan. 

Konsumsi kalori berlebih tersebut bisa menimbulkan banyak dampak buruk, salah satunya obesitas. Resiko ini semakin meningkat jika kamu menjalankan gaya hidup sedentari, dan jarang meluangkan waktu untuk berolahraga.


  1. Memicu Timbulnya Jerawat

Dampak lainnya dari ketidakseimbangan bakteri di usus adalah, gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. Selain membuat mood jadi lebih buruk, ternyata kondisi ini bisa membuat kamu mudah berjerawat. 

Tidak hanya itu, kandungan minyak yang berlebih dapat menyebabkan masalah lainnya, seperti sumbatan di pori-pori kulit dan peradangan. Selain penuaan dini dan kulit kusam, kondisi tersebut juga bisa membuat jerawat sulit sembuh.


  1. Meningkatkan Risiko Kanker

National Cancer Institute menyarankan agar kita membatasi konsumsi makanan dengan kandungan minyak. Dalam penelitian terbarunya, mereka menyebut jika makanan yang diolah dengan cara digoreng dapat meningkatkan resiko kanker.

Lebih lanjut lagi, secara khusus penelitian tersebut menjelaskan jika kebiasaan tersebut meningkatkan resiko penyakit kanker payudara, kanker paru dan kanker usus besar. Sebagai gantinya, sebaiknya olah makanan dengan cara dikukus atau direbus.


  1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung 

Penelitian jangka panjang yang dilakukan terhadap 100.000 orang pria dan wanita selama 25 tahun, menunjukkan orang yang makan gorengan 4-6 kali dalam seminggu, berisiko terkena penyakit jantung hingga 23% dan diabetes sebesar 39%.

Selain itu, penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health tersebut mencatat orang yang mengkonsumsi gorengan 7 kali atau lebih dalam seminggu, beresiko terkena penyakit jantung dan diabetes hingga 55%. 


  1. Mengganggu Fungsi Otak

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Science, menjelaskan jika konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng, atau makanan dengan kandungan minyak tinggi dapat mengganggu fungsi otak. 

Lebih lanjut lagi, penelitian tersebut menjelaskan jika makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi beresiko menyebabkan penurunan kemampuan belajar, dan daya ingat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan resiko alzheimer.

Dengan semua bahaya yang ditimbulkannya, sangat penting bagi kita untuk mulai memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, sebaiknya jauhi juga kebiasaan merokok dan minuman keras. Semoga bermanfaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Indikator Ini Bukti Kalau Kondisi Finansial Kamu Sehat

Indikator Kesehatan Finansial| Pixabay Kesehatan finansial merupakan salah satu aspek penting yang berdampak besar pada kualitas hidupmu secara keseluruhan, sekaligus lebih mendekatkan kamu pada tujuan utama keuangan, yakni financial freedom .  Kondisi finansial yang sehat juga dapat memberikan kestabilan, keamanan dan kebebasan finansial yang memungkinkan kamu mencapai tujuan hidup dengan lebih baik, bukan hanya untuk dirimu, tapi juga untuk orang-orang disekitar kamu.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 indikator yang menjadi bukti jika kondisi finansial kamu dalam keadaan sehat. Pendapatan yang Stabil  Indikator pertama yang menunjukkan kesehatan finansialmu adalah memiliki pendapatan yang stabil, minimalnya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, terutama sandang, pangan dan papan.  Jika penghasilan kamu sudah bisa menutupi pengeluaran rutin, tanpa harus bergantung pada utang atau bantuan finansial tambahan lainnya dari pihak ketiga, maka kamu bisa...