Langsung ke konten utama

Kecanduan Sosial Media, dan 7 Alasan Harus Meninggalkannya!

Kecanduan Sosial Media
Kecanduan Sosial Media | Pixabay

Sosial media sudah jadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Bahkan banyak orang yang rela menghabiskan waktunya selama berjam-jam hanya untuk scroll sosial media, memposting status, atau hanya sekedar berbalas chat dan comment. 

Meski menyenangkan, namun faktanya terlalu lama nongkrong di sosial media bisa sangat berbahaya. Selain membuat aktivitas gerak kamu terbatas, kebiasaan ini bisa membuat kamu jadi kecanduan sosial media. 

Namun meskipun begitu, ternyata banyak lho yang justru tidak terpengaruh, atau bahkan berhasil keluar dari masalah kecanduan sosial media ini. Ada banyak alasan yang mendasari hal tersebut, diantaranya:


  1. Menjaga Reputasi Diri

Tahukah kamu jika banyak perusahaan yang memantau aktivitas karyawannya lewat sosial media. Bahkan aktivitas sosial media jadi salah satu faktor penentu kamu mendapatkan promosi, atau diterima di tempat kerja baru.

Mereka yang sering membagikan konten-konten negatif berisi ujaran kebencian, fornografi, membuka aib orang lain atau perusahaan, dan lainnya, cenderung masuk dalam ‘daftar merah’ karyawan.


  1. Faktor Kesehatan

Salah satu alasan kenapa berhasil keluar dari kecanduan sosial media adalah faktor kesehatan. Kenapa? Jadi begini, ketika kamu kecanduan sosial media, seluruh aktivitas harian akan dihabiskan di sana. 

Selain mengganggu waktu istirahat malam, orang yang kecanduan sosial media cenderung malas bergerak. Imbasnya, beragam penyakit bisa datang menimpa, mulai dari meningkatkan resiko obesitas, diabetes, dan lainnya.


  1. Menjaga Privasi 

Beberapa orang sangat menghargai privasinya, sehingga menganggap apa yang terjadi dalam kehidupannya tidak layak dipublikasikan di sosial media, apalagi untuk dikomentari, dinyinyiri, atau bahkan disalahkan. 

Orang yang ingin menjaga privasinya kebanyakan hanya memposting hal-hal yang bersifat umum, bisa diterima semua orang dan membatasi interaksi dengan pengguna sosial media lainnya. Itu pun jika mereka punya akun sosial medianya. 


  1. Menjaga Kesehatan Mental

Selain karena alasan demi menjaga kesehatan fisik, orang yang berhasil keluar atau tidak mengalami kecanduan sosial media, umumnya sangat mempertimbangkan masalah kesehatan mental. 

Selain resiko bullying yang sangat sering terjadi, di sosial media kamu pun akan melihat banyak hal yang bisa saja membuat kamu kepikiran, bahkan berpotensi menjatuhkan mental dan kepercayaan diri kamu.


  1. Ingin Lebih Produktif

Banyak penelitian yang membuktikan kecanduan sosial media bisa menurunkan produktivitas. Bahkan saking besarnya pengaruhnya, banyak perusahaan yang melarang karyawannya mengakses sosial media selama jam kerja.

Orang yang ingin lebih produktif umumnya akan sangat hati-hati dalam menggunakan sosial media. Mereka hanya akan menggunakan, atau mengaksesnya jika sosial media mampu menunjang produktivitasnya, atau membuatnya lebih produktif.


  1. Menghindari Cyber Crime

Ada banyak modus kejahatan yang mengintai para pengguna sosial media, mulai dari penipuan hingga penculikan. Bahkan ada juga kasus perampokan rumah karena tahu pemiliknya membagikan foto dan status sedang asyik berlibur. 

Kasus lainnya yang sedang cukup hangat diperbincangkan di Indonesia adalah, kasus penipuan dengan modus meminjam uang dari kenalan di sosial media, hingga kasus pemerasan akibat video VCS.


  1. Menghargai Waktu Bersama Keluarga

Alasan lainnya yang banyak dipilih untuk bisa segera keluar dari masalah kecanduan sosial media adalah, menghargai waktu bersama keluarga. Ini penting, terutama buat kamu yang mendambakan hidup di tengah kehangatan keluarga.

Dengan sederet alasan di atas, banyak orang yang akhirnya berhasil keluar dari masalah kecanduan sosial media. Bagaimana dengan kamu? Apakah masih belum bisa lepas dari masalah kecanduan sosial media?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikepung Polusi? Lakukan 5 Kebiasaan Baik ini Agar Paru-Parumu Sehat

Polusi Udara  | Pixabay Bukan rahasia lagi jika di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sedang mengalami fenomena penurunan kualitas udara. Berbagai solusi pun coba diterapkan, namun faktanya itu tidak benar-benar efektif mengatasinya. Asap kendaraan bermotor, sisa pembakaran dan limbah industri, dan aktivitas manusia lainnya telah menciptakan lingkungan yang semakin tercemar, dan ini jelas bisa berdampak panjang pada kesehatan paru-parumu dan kualitas hidupmu.  Sambil menunggu perbaikan kualitas udara di kotamu, mending kita simak yuk beberapa kebiasaan baik agar paru-paru kamu tetap sehat. Gunakan Masker  Saat kamu berada di luar rumah dan terpapar polusi udara, seperti asap kendaraan atau asap pabrik, gunakan masker udara khusus yang dirancang untuk menyaring partikel kecil yang bisa masuk ke paru-parumu dan merusaknya.  Masker udara ini dapat membantu kamu menghirup udara yang lebih bersih, menjaga kesehatan paru-parumu, dan mengurangi ...

Viral Istilah Toxic Leadership. Memang Apa Sih Bahayanya?

Toxic Leadership | Pixabay Saat ini dunia sosial media sedang dihebohkan dengan istilah toxic leadership . Istilah ini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan di berbagai media sosial, dan umumnya dibahas oleh kebanyakan para pekerja.  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan toxic leadership itu dan mengapa istilah ini begitu viral? Lebih penting lagi, apa bahayanya bagi individu dan organisasi? Mari kita membahasnya secara mendalam. Mengenali Toxic Leadership Sesuai dengan namanya, toxic leadership merujuk pada gaya kepemimpinan seseorang yang dianggap merugikan, dan destruktif, yang cenderung menimbulkan kerusakan (fisik maupun mental) dalam lingkungan kerja.  Hal ini dapat mencakup perilaku yang mengintimidasi, memicu ketidakamanan (seperti penghinaan, pemaksaan), menyalahgunakan kekuasaan, dan bahkan mengarah pada perlakuan diskriminatif terhadap anggota tim atau bawahan. Ciri-ciri dari seorang pemimpin toksik diantaranya:  Sangat manipulatif,  Cen...

5 Manfaat Teh Chamomile. Bisa Redakan Stres Hingga Bantu Turunkan BB

Manfaat Teh Chamomile Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang berbagai manfaat teh herbal untuk kesehatan. Salah satu jenis teh yang cukup populer dan disukai banyak orang adalah teh chamomile. Bahkan belakangan ini banyak lho produk teh kering siap seduhnya. Teh ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, dan aroma yang menenangkan, tapi juga telah terbukti secara ilmiah mengandung banyak senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.  Dalam artikel ini kita akan membahas 5 manfaat teh chamomile yang bisa membantu meredakan stres dan bahkan membantu dalam upaya menurunkan berat badanmu. Mengatasi Stres dan Kecemasan Stres merupakan salah satu masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang di era modern ini. Kamu mungkin sering merasakannya dalam berbagai situasi, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.  Salah satu manfaat terbesar dari teh chamomile adalah kemampuannya untuk mengatasi stres dan kecemasan.  Teh chamomil...