
Para pelayan di kafe tersebut menyediakan minuman bagi pelanggan sambil bertelanjang dada. Kontan saja, kafe bernama Grand View Topless Coffee Shop di Vassalboro, Maine, Amerika Serikat itu langsung ramai disambangi pembeli, khususnya pria.
Pelayan yang bertelanjang dada tak cuma perempuan, tapi juga laki-laki. Mereka sangat ramah melayani pengunjung yang datang.
Namun, belum lama berselang, kafe tersebut kebanjiran protes masyarakat. Pasalnya sang empunya kafe memasang sebuah pengumuman yang berbunyi Boobies Wanted atau mencari perempuan berdada busung. Akibatnya warga meminta kafe tersebut ditutup.
Sang pemilik kafe, Donald Crabtree tak menggubris tuntutan warga. Ia tetap menjalankan kafe sesuai keinginannya. "Saya ingin membuat hiburan yang menyenangkan banyak orang. Saya akan mempertahankan kafe ini yang sudah berjalan dua tahun," cetusnya.
Meski diprotes, tak sedikit pula yang mendukung kafe tersebut tetap berdiri. "Donald selama ini diperlakukan tidak adil," ujar Jellison, seorang pelanggan kafe.
tribunnews



0 komentar:
Poskan Komentar
Silakan berkomentar yang relevan dengan artikel. Anda boleh mencantumkan link, share, tweet atau mengambil feed dari artikel yang ada disini. Tapi mohon tampilkan link (permalink) sumber artikel. Jangan spamming atau komentar karena akan di remove oleh admin. Selalu ingat bahwa komentar anda adalah cerminan dari diri anda, maka berkomentarlah yang baik. Thanks.